SATAMO Ngetrend Di Kalangan Ibu Bikers

Bisnis.com, JAKARTA – Seringkali penggunaan sarung tangan saat mengendarai motor sedikit merepotkan. Mulai dari panas karena gerah, sampai terpaksa copot pasang ketika harus mengambil barang.

Meskipun agak menyusahkan, orang tetap terpaksa menggunakan sarung tangan demi keselamatan berkendara sekaligus melidungi kulit tangan dari paparan sinar matahari.

Namun, masalah tersebut saat ini sudah bisa diatasi dengan munculnya inovasi sarung tangan stang motor atau disingkat Satamo.

Satamo merupakan sarung tangan yang ditempelkan di stang motor, serta didesain khusus sehingga penggunanya bisa tetap mencengkeram stang dengan aman, sambil tetap terlindungi dari sinar UV.

Salah satu produsen Satamo adalah Mistiyatin yang memulai bisnisnya sejak September tahun lalu. Dia mendapatkan ide tersebut saat melihat tren yang tengah berkembang melalui internet.

“Saya lihat sudah mulai ngetren orang jualan Satamo, tapi produk impor dan harganya lumayan mahal. Jadi saya kepikiran untuk memproduksi sendiri,” katanya.

Setelah mencoba menghitung dan mendesain Satamo, akhirnya dia memantapkan diri untuk mulai memproduksi. Dia pun menggelontorkan modal sekitar Rp20 juta untuk pengadaan bahan baku dan membayar tenaga kerja.

Saat merilis produk perdananya, dia memanfaatkan blog sarungstangmotor.blogspot.com dan berbagai forum jual beli online sebagai sarana pemasaran.

Respons yang diterimanya juga sesuai dengan harapan, banyak orang yang mulai mencari Satamo, bahkan membeli secara grosir dengan niat untuk kembali dijual di daerahnya masing-masing.

“Sekarang konsumennya sudah tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia,” imbuhnya.

Misty memproduksi dua jenis Satamo, yakni Satamo dengan puring dan tanpa puring, yang masing-masing dibanderol dengan harga eceran Rp45.000 dan Rp35.000.

Sementara itu, bagi konsumen yang membeli Satamo secara grosir akan diberikan harga khusus. Untuk Satamo dengan puring, dibanderol seharga Rp35.000 untuk pembelian minimal 12 pasang, sedangkan untuk Satamo tanpa puring dihargai Rp22.000 untuk pembelian minimal 20 pasang.

Dalam sebulan, Misty mampu memproduksi hingga 1.000 pasang Satamo, dan bisa meraup omzet sekitar Rp5 juta – Rp10 juta per bulannya.

“Sejak pertama memproduksi hingga saat ini, tren permintaannya terus meningkat, karena semakin banyak orang yang tahu dan ingin memilikinya,” katanya.

Meskipun dinilai sebagai produk musiman, Misty tetap yakin bisnis ini masih akan memiliki prospek cerah dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi, menjelang musim panas atau kemarau, dia memprediksi permintaan akan semakin melonjak.

“Banyak yang menggunakan Satamo karena tidak ingin tangannya belang, terutama saat musim panas,” ungkapnya.

Sumber Berita : http://entrepreneur.bisnis.com/read/20150326/263/416211/inilah-satamo-yang-tengah-ngetren-di-kalangan-bikers